Senin, 04 Januari 2016

lipservice

beginilah hidup suatu hari kan ada yang menanyakannya?
Kemana selama ini?
Mau jadi apa habis ini?
bagaimana dengan jodohmu?
berjuang lagi gak?
tapi kamu harus ingat! bahwa hidup tak sekedar itu,
masih banyak yang mati dan hilang entah karena apa.
masih banyak yang tidak percaya padamu,
masih banyak yang berjuang untuk dapat ilmu,
masih banyak yang membawa kepentingan yang bicara untuk orang miskin,
masih banyak yang mengatakan " kalau bukan kita siapa lagi?"...
Perjumpaan orang-orang seperti itulah yang kita hadapai,
bukan masalah bisa atau tak bisa,
tapi masalah mau atau tidak...
Kemarin aku sempat bertanya kabar padanya,
bukan aku stalking atau memohon untuk dia membalas chatku,
tapi benar ku akui bahwa aku ingin tau kabarnya,
aku tak prnah tau itu masalah rindu atau pura-pura saja,
dulu,,,,
kami selalu bersama, berjuang untuk ini dan itu,
banyak yang dia lakukan membuatku kagum,
pelajaran model apa saja hampir dia bisa,
selalu menatap masa depan secara mantab dan mengukir mimpiku,
tapi.....
kini jalan kita berbeda, aku tak memilih jalan bersamanya,
ini adalah pilihan,
tidak pernah menghindar, tidak pernah juga pergi,
jika ada undangan aku kan hadiri,
jika bertemu pada sesi berikutnya aku juga kan bahagia,
kubaca entah dari balasannya atau hanya perasaanku saja,
dia mengatakan seolah-olah perjalanan sebuah perjuangan hanyalah milik dia yang benar,
seakan-akan yang paling tepat.
sebegitulah orang ,
mereka pandai , mereka cerdas ,
berjuang kritisi tirani,
menghancurkan setan yang berdiri mengangkang,
turun kejalan untuk pertahankan kebenaran,
berteriak sekeras mungkin berharap dunia mendengar berita yang disampaiakn,
itu benar, itu baik tapi ingat bahwa tak semua orang memilih untuk itu,








narathiwat, dibawah sinar mentari pagi.
2016, aku rindu tanah airku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar