Selasa, 12 Januari 2016

kau



Sejak kapan kau tak menjadi kerajaan,
Hingga tangan-tangan itu membiarkanmu hidup menemui alur yang mantab,
  Matamu memancarkan nanar takut,
Semua panenmu dimabil orang lain,
Rakyatmu miskin,
Yang hanya bisa mengalirmengikuti alur hidup,
Menikmati udara tuk dihirup,
Itupun klau bisa dihirup,
Jika ada asap apakah masih akan bisa bernafas???
Bagaimana kau tak menamakannya keraajaan jika satu berkuasa kuat untuk yang lainnya,
Aku, sedangkan aku yang hanya bisa bersamma kawanku,
Belajar tidak egois belajar dinegeri rantau
Bukan brarti tak peduli tapi inilah sedikit rasa bangga kami menjadi bagianmu,
Aku juga tak mau kawanku mengejekku dari Negara sarang koruptor,
Negara rumah teroris,
Negara segudang bom, dan apalah,apalah.............................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar