Sabtu, 23 Januari 2016

Apa Kabar Indonesia

apa kabar Indonesia?
yang katanya tanah surga,
yang katanya emas berlimpah,
yang katanya tumbuh apa saja,
bagaimana keadaan freeport??? orang-orangnya masih makan ubi setiap hari kah?
bagaimana lapindo?? apakah masih tergenang lumpur,
bagaimana samin di rembang? kampung kecil surga tambang hanya untuk para kapitalis,
sudahkah kasus saut kelar?
sudahkah gafatar berdamai?
apakah semuanya selesai..
aku tak tau aku hanya mendengar kabar,
dari kawan seperjuangan di tanah airku Indonesia,
aku sendiri tak bisa hadir dan membela.
tapi aku ada persaan,
perasaan yang berbalut sayang, setiap harinya ku jaga dengan halus dan berhati-hati,
bagaimana aku nanti ikut membangunmu?
satu hal. ....
aku bisa ini,
menulis dan berkata meelalui media,
entah terbaca entah tidak aku tak pernah tau?
ingn kusuarakan keras-keras kepada dunia,
tentang negeriku, negeri diseberang sana, tapi apalah dayaku,,,









narawith islamic school, januri 2016. dititik lelahnya daku bersuara.

Senin, 18 Januari 2016

saut



Apa kabar saut?????
Dulu dinegara kami ada loo suka buat puisi terus ilang,
Ada lagi nulis diary tapi dibacakan untuk kawan-kawannya mati ..
Tapi tak ada yang tau dimana jenazah nya,
Tak ada yang paham dimana kuburnya??/
Sekarang ,
Kami heran juga sastra ada yang dipolitiki,
Ada loo sastra yang hanya untuk dijual,
Trus yang ngritik disidangkan,
Dihakimi entah cara berpikir mereka bagaimana tak tau ah,,,,
Sebenarnya aku tau kabarnya dari kemarin-kemarin waktu temanku post poto,
Tapi baru kutelusuri sekarang ,,,
Cintaku pada tanah air tetap menggebu,
Gairah itu tak kunjung padam meski sedikitpun,
Jika hinaan adalah hal biasa untukmu,
Maka pecinta yang dihina adalah hal luar biasa,

Selasa, 12 Januari 2016

kau



Sejak kapan kau tak menjadi kerajaan,
Hingga tangan-tangan itu membiarkanmu hidup menemui alur yang mantab,
  Matamu memancarkan nanar takut,
Semua panenmu dimabil orang lain,
Rakyatmu miskin,
Yang hanya bisa mengalirmengikuti alur hidup,
Menikmati udara tuk dihirup,
Itupun klau bisa dihirup,
Jika ada asap apakah masih akan bisa bernafas???
Bagaimana kau tak menamakannya keraajaan jika satu berkuasa kuat untuk yang lainnya,
Aku, sedangkan aku yang hanya bisa bersamma kawanku,
Belajar tidak egois belajar dinegeri rantau
Bukan brarti tak peduli tapi inilah sedikit rasa bangga kami menjadi bagianmu,
Aku juga tak mau kawanku mengejekku dari Negara sarang koruptor,
Negara rumah teroris,
Negara segudang bom, dan apalah,apalah.............................

masihkah?



Seberapa berani,
Ada yang menulis hilang
Ada yang beraksi tak kembali,
Ada yang mati tapi dibunuh,
Apakah itu demokrasi,
Perusahaaan kaya itu, menguasai semuanya,
Perusahaan itu milik pmerintahnya,
Warga itu menolak menjulnya, tapi dia akan terus membual,
Hingga berbagai janji ia keluarkan,
Inikah yang namanya berbagi?
Apakah kau tidak takut,
Sperti dia yang terpaksa menjual diri,
Hanya karena tak ada uang untuk enghidupi adik-adiknya,
Membayar utang rentenir,
Pagi ini, dan akan terus menjadi pagi seperti biasanya,
Meski jauh mendera, aku akan mencintaimu, Indonesiaku.


Nara, 12 Januari 2016.
Pondok narawit islam.

dia



Ada yang baru , Apa?
Dia memerintah sendiri atau disetir,
Ia dia yang berdiri kesana kemari,
Ada resufle tapi ada yang tidak di resufle, yaitu saudara dari saudara yang punya hubungan kerja dengannya,
Entah sebagai bentuk abdi atau rasa terima kasih,
Banyak orang ia terombang-ambing,
Diantara baying-bayang yang melulu menghantuiny,
Bertanya kabar tentang papun?
Harga apapun? Janji apapun?
Dia baik ,
Semua keluarganya orang baik tapi,,,,, dalamnya hati tak ada yang tau????

Senin, 04 Januari 2016

lipservice

beginilah hidup suatu hari kan ada yang menanyakannya?
Kemana selama ini?
Mau jadi apa habis ini?
bagaimana dengan jodohmu?
berjuang lagi gak?
tapi kamu harus ingat! bahwa hidup tak sekedar itu,
masih banyak yang mati dan hilang entah karena apa.
masih banyak yang tidak percaya padamu,
masih banyak yang berjuang untuk dapat ilmu,
masih banyak yang membawa kepentingan yang bicara untuk orang miskin,
masih banyak yang mengatakan " kalau bukan kita siapa lagi?"...
Perjumpaan orang-orang seperti itulah yang kita hadapai,
bukan masalah bisa atau tak bisa,
tapi masalah mau atau tidak...
Kemarin aku sempat bertanya kabar padanya,
bukan aku stalking atau memohon untuk dia membalas chatku,
tapi benar ku akui bahwa aku ingin tau kabarnya,
aku tak prnah tau itu masalah rindu atau pura-pura saja,
dulu,,,,
kami selalu bersama, berjuang untuk ini dan itu,
banyak yang dia lakukan membuatku kagum,
pelajaran model apa saja hampir dia bisa,
selalu menatap masa depan secara mantab dan mengukir mimpiku,
tapi.....
kini jalan kita berbeda, aku tak memilih jalan bersamanya,
ini adalah pilihan,
tidak pernah menghindar, tidak pernah juga pergi,
jika ada undangan aku kan hadiri,
jika bertemu pada sesi berikutnya aku juga kan bahagia,
kubaca entah dari balasannya atau hanya perasaanku saja,
dia mengatakan seolah-olah perjalanan sebuah perjuangan hanyalah milik dia yang benar,
seakan-akan yang paling tepat.
sebegitulah orang ,
mereka pandai , mereka cerdas ,
berjuang kritisi tirani,
menghancurkan setan yang berdiri mengangkang,
turun kejalan untuk pertahankan kebenaran,
berteriak sekeras mungkin berharap dunia mendengar berita yang disampaiakn,
itu benar, itu baik tapi ingat bahwa tak semua orang memilih untuk itu,








narathiwat, dibawah sinar mentari pagi.
2016, aku rindu tanah airku.