Sepeda tua itu menginspirasi
siapa saja yang melihat
dikayuh tanpa lelah hingga hatinya ikut lelah,
siangnya ia nanti untuk sabar
menunggu dan menunggu anak tercinta
putri itu harta satu-satunya,
bagaimana iya bisa sesabar itu
hingga tutup usia kau tetap menanti
untuk yang datang setelah tau kau tiada,
yaitu istrimu yang merantau tak pulang-pulang.
Miskar-oh-miskar
kurus tapi segar,
tegas tapi sabar,
tak tampan tapi menyenangkan,
wahai guruku salam manis dari cintamu,
by nyah salam manis.
Rabu, 25 November 2015
Kamis, 19 November 2015
IBU PERTIWI
Selama bagaimana kau tak malu
memjinjing darah fanatisme
selama apa kau merasa benar
membawa kepentingan kesana kemari
Ibumu merintih menangis darah
ayahmu sakit terjerat pukat
selama apa dan bagaimana????
Sadarkah kau haribaannya sepi,
sadarkahkau dia tak lagi manis,
generasinya tak ada yang memperbaiki
jika semua hanya memandang materi,
apa kau sadar sedari itulah kita maju,
Kini dia akan bangkit,
masih akan dan akan
tak ada lagi yang mau tau,,,,
aaaaahhhhh biarlah
memjinjing darah fanatisme
selama apa kau merasa benar
membawa kepentingan kesana kemari
Ibumu merintih menangis darah
ayahmu sakit terjerat pukat
selama apa dan bagaimana????
Sadarkah kau haribaannya sepi,
sadarkahkau dia tak lagi manis,
generasinya tak ada yang memperbaiki
jika semua hanya memandang materi,
apa kau sadar sedari itulah kita maju,
Kini dia akan bangkit,
masih akan dan akan
tak ada lagi yang mau tau,,,,
aaaaahhhhh biarlah
Selasa, 17 November 2015
Indonesiaku jendela mata air dibalik kalbu
SEJAUH APAPUN DAKU PERGI
HANYA RINDU KEPADAMU
HINGGA AIR MATA BERUBAH JADI AIR MATA PUN
TENTANG RINDUKU PADAMU YANG DULU
SUNGGUHKU TAK INGIN MENGUCAPAGI
TENTANG DAKU YANG INGIN MENINGGALKANMU TAK SATUPUN INGINKU ITU KEEMBALI
BIAR RASAA CINTAKU SEBESAR APAPUN TELAH KAU RAMPOK INILAH DAKU YANG MENCINTAIMU
SEBESAR APAPUN KAU DIBENCI INILAH DAKU YANG TETAP MENCINTAI.
Senin, 09 November 2015
MERDEKA
SAMPAI KAPAN?
Sebelumnya dulu aku percaya,
tapi kini rasa itu ternoda,
Sampai kapan?
tak pernah kubayangkan dirimu yang ramah tamah,
kini terbakar
hangus habis tak tersisa
bahkan hanya kerlap kerlip putih yang menghias langitmu,
sampai kapan?
Luka ini tak kunjung sembuh,
sakit ini tak segampang lakon dukun beranak mengaduh
mau sampai kapan?
aku rindu dirimu yang penuh tawa,
dirimu yang merindu lmbayung asrinya laut,
dan lumba-lumba menyapa dengan senyum,
Indonesiaku,
aku rindu dirimu,
Kediri, 9 nopember 2015
Langganan:
Komentar (Atom)