Lihatlah,
Lihatlah dia, matanya hijau laksana lumut air tak berpenghuni
Pikir.pikir. dia pikir terus-terusan hanya sebuah ironi
Punya mata tak melihat
Punya gambar hanya sekedar terpandang
Punya janji hanya sebuah bualan,
ingin rasanya aku muntah “huwek” mengerti maksud yang hendak dipentingkan,
Disini kamu harus bisa beda.
Boleh bohong tak boleh salah,
Terus terjaga, seimbang antara hidup dan mati,
Yang katanya punya kata “ MERDEKA sesungguhnya” tapi mana?
Itu ya, ya itu setiap hari sekolah lewat jembatan akar bakau tanpa sepatu, atau yang ini mengais rezeki dari tangan-tangan iba berhati malaikat.
Atau itu cantik, rupawan, paras elok, berhijab nan anggun bekerja membuat boneka,
Sungguh mulia,
Boneka,boneka iya boneka begitu besar nan jauh disana,
Di negara antrah berantah tak ada yang tau, adaanya sulit dijangkau , tak dijamah, kasat mata tak terlihat,
Bonekanya bukan hantu, bukan juga pulau apalagi Barbie lucu….
Tapi
Perusahaan,
Perusahaan boneka made in dinasti ratu
Itukah yang masih mampu kita sebut sebagai kata dari restorasi 1998?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar